Rembang, 9 Juli 2025 — Sebanyak 127 mahasantri Ma’had Aly Iqna’ Ath-Thalibin resmi diwisuda dalam acara Wisuda Ke-5 Mahad Aly Iqna Ath-Thalibin PP. Al-Anwar 1 yang berlangsung khidmat pada Rabu (09/07/2025) di Desa Temperak, Kec. Sarang, Kab. Rembang. Acara tersebut tidak hanya menjadi momen pelepasan akademik, tetapi juga simbol estafet keilmuan pesantren yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, keilmuan pesantren, dan tradisi mengaji kitab salaf.
Acara wisuda ke-5 ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 1 sekaligus Mudir Ma’had Aly Iqna’ Ath-Thalibin, Syaikhina KH. Muhammad Najih Maimoen, serta Wakil Mudir KH. Abdurrouf Maimoen. Turut hadir pula Ketua Ma’had Aly Iqna’ Ath-Thalibin, Kyai. Zainal Amin, S.Ag., serta seluruh muhadlir dan seluruh civitas akademika Ma’had Aly.

Dari lembaga pemerintahan, turut hadir Ketua Tim Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag provinsi Jawa Tengah, H. Ali Anshori, S.Pd.I., M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, H. Muhammad Muhson, S.Ag., M.Pd.I., Camat Sarang, serta Kepala Desa Karangmangu dan Temperak.
Acara dimulai tepat pukul 12.00 WIB. Dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Ya Lal Wathan. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Lulusan Ma’had Aly, menandai resminya kelulusan 127 mahasantri yang telah menempuh pendidikan selama kurang lebih empat tahun.
Dalam laporannya, Kyai Zainal Amin, S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara wisuda ini dan menekankan pentingnya menjaga adab dan akhlak di tengah-tengah masyarakat.

“Santri Ma’had Aly tidak cukup hanya menguasai kitab kuning dan teori akademik, tetapi juga harus mampu menampilkan keteladanan akhlak dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Kyai Zainal Amin juga melaporkan bahwa jumlah peserta Wisuda Ke-5 Ma’had Aly Iqna At-Thalibin tahun ajaran 1446–1447 H / 2024–2025 M adalah sebanyak 127 mahasantri.
Adapun wisudawan terbaik pada tahun ini diraih oleh Nasrul Fata dengan IPK: 3,7 dengan judul risalah berbahasa arab: Kasyfu Ḥaqīqati ar-Riyā’ wa Mukāfaḥatihi; Bahtsunn al al-kitab Taqrībul Uṣūl li-Tashili al-Wuṣūl ilā Ma‘rifatillāhi wa ar-Rasūl li as-Sayyid Ahmad bin Zain Dahlan.
“Para peserta yang sudah diwisuda dinyatakan berhak menerima ijazah Marhalah satu (M1) Program Studi Tasawuf dan Tarekat dan menyandang gelar Sarjana Agama (S.Ag.).” Tegas Kyai Zainal Amin.
Acara selanjutnya adalah prosesi wisuda, dilakukan dengan penyematan surban kepada seluruh Mahasantri oleh Mudir Mahad Aly KH. Muhammad Najih Maimoen dan penyerahan ijazah oleh Wakil Mudir KH. Abdurrouf Maimoen.

Acara selanjutnya adalah sambutan atas nama wisudawan terbaik, Nasrul Fata, S.Ag., menyampaikan rasa syukur yang sedalam-dalamnya atas karunia Allah yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk menuntut ilmu di Ma’had Aly Iqna At-Thalibin, di bawah asuhan para masyaikh yang mulia, khususnya kepada Syekhina KH. Muhammad Najih Maimun.

“Kami sampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya atas segala bimbingan, arahan, keteladanan, dan kasih sayang beliau. Tidak pernah bosan mendidik, mengasuh, dan menguatkan kami dengan ilmu, hikmah, dan nasihat. Juga terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh dewan muhadzir yang telah mendampingi kami dari awal hingga akhir. Tidak ada balasan yang mampu kami berikan kecuali doa Jazakumullahu ahsanal jaza” ungkapnya.
Sambutan hangat juga disampaikan oleh perwakilan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, H. Ali Anshori, S.Pd.I., M.Pd., yang menyatakan dukungannya terhadap eksistensi Ma’had Aly sebagai lembaga tinggi keislaman yang melestarikan tradisi keilmuan pesantren.
Beliau juga menyampaikan bahwa Ma’had Aly adalah bentuk perhatian dan hadiah dari negara untuk para santri. Pada awalnya, lembaga ini belum masuk dalam nomenklatur pendidikan nasional, bahkan ijazahnya tidak diakui.
“Namun, alhamdulillah berkat perjuangan panjang para pengelola Ma’had Aly dan dukungan banyak pihak, termasuk dari Kementerian Agama, sejak tahun 2024 ijazah Ma’had Aly telah diakui negara. Para alumni kini dapat mendaftar CPNS, dan bahkan sudah ada yang lulus menjadi penghulu, termasuk satu alumni dari Cirebon” Jelasnya.

“Untuk Jawa Tengah, tahun ini 11 orang diterima sebagai CPNS. Di Jawa Timur bahkan ada 33 orang. Ini bukti bahwa negara mulai hadir memperhatikan pesantren. Pesantren seperti Sarang bahkan lebih tua daripada Indonesia—mestinya sudah sejak dulu negara mengakui keberadaannya,” pungkasnya.
Beliau juga mengatakan bahwa lulusan Mahad Aly adalah orang-orang hebat.
“Lulusan Mahad Aly adalah bibit-bibit unggul. Jangan khawatir, ditanam di mana pun, Mahasantri akan tumbuh dan berbuah, bahkan di tanah yang gersang sekalipun. Dan hari ini, lulusan Mahad Aly telah mengantongi ijazah yang diakui negara.
Acara ditutup dengan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh Syaikhina KH. Muhammad Najih Maimoen. Dalam mauidzohnya, beliau mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan Mahad Aly Iqna ath-Thalibin PP. Al-Anwar 1
“Selamat kepada para wisudawan tahun ini. Semoga prosesi wisuda ini menjadi momen penuh berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta disertai doa-doa dari para masyaikh, baik yang hadir langsung maupun yang tidak, yang masih hidup maupun yang telah wafat. Semoga seluruh doa tersebut membawa keberkahan bagi para wisudawan tahun ini maupun angkatan sebelumnya, dan semoga ilmu yang mereka peroleh menjadi manfaat nyata di tengah masyarakat.” ucap beliau.
Salah satu pesan beliau kepada seluruh Mahasantri yang telah diwisuda adalah untuk tidak meninggalkan mengaji meskipun sudah berumah tangga.
“mengke nek wis kawin molang sak isone ojo sampek ninggalno kitab, ninggalno mutholaah. Kudu tetep ono mutholaah, apalagi punya teman-teman se alumni sarang. Kumpul-kumpul untuk baca kitab-kitab yang bermanmanfaat.”

Beliau juga mengingatkan pentingnya membela kebenaran dan meninggalkan kesesatan, apalagi di zaman modern seperi sekarang ini.
“kami memberi amanat sampean ketika bermasyarakat apalagi mengajar ojo sampai menyimpang, ojo sampai salah, ojo sampai membela kesesatan.” Pungkas beliau.
Acara kemudian ditutup dengan doa oleh Syaikhina KH. Muhammad Najih Maimoen.
Wisuda Ma’had Aly Iqna’ Ath-Thalibin ke-5 ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tapi juga kawah candradimuka untuk melahirkan generasi ulama yang siap menghadapi tantangan zaman. Di tengah derasnya arus modernisasi, Ma’had Aly hadir menjaga warisan ulama salaf, menyinari negeri dengan lentera ilmu, akhlak, dan kebijaksanaan.

